Sabtu, 15 Januari 2011

Object oriented program Dan Procedural oriented program

KONSEP DASAR OBJECT ORIENTED PROGRAM

A. Kelas
Yaitu kumpulan atas definisi data dan fungsi-fungsi dalam suatu unit untuk suatu tujuan tertentu. Sebagai contoh ‘class of dog’ adalah suatu unit yang terdiri atas definisi-definisi data dan fungsi-fungsi yang menunjuk pada berbagai macam perilaku/turunan dari anjing. Sebuah class adalah dasar dari modularitas dan struktur dalam pemrograman berorientasi object. Sebuah class secara tipikal sebaiknya dapat dikenali oleh seorang non-programmer sekalipun terkait dengan domain permasalahan yang ada, dan kode yang terdapat dalam sebuah class sebaiknya (relatif) bersifat mandiri dan independen (sebagaimana kode tersebut digunakan jika tidak menggunakan OOP). Dengan modularitas, struktur dari sebuah program akan terkait dengan aspek-aspek dalam masalah yang akan diselesaikan melalui program tersebut. Cara seperti ini akan menyederhanakan pemetaan dari masalah ke sebuah program ataupun sebaliknya.

Kelas merupakan contoh abstrak dari sebuah objek yang telah terbentuk dari proses penyerderhanaan. Adapun contoh nyata atau perwujudan dari sebuah objek dinamakan instance. Misalnya terdapat kelas manusia, contoh instance (wujud nyata) dari kelas tersebut adalah Ali, Udin, Dewi dan yang lainnya. Begitu pula nanti, jika anda mulai membuat program didalam C++Builder, yang dinamakan kelas adalah TForm, TEdit, Tbutton, Tlabel, Tlist, Ttimer dan sebagainya, sedangkan contoh instance-nya adalah Form1, Edit1, Edit2, Button1, Label1, Timer1 dan objek-objek lainya yang merupakan perwujudan dari sebuah kelas tertentu.

B. Objek
Digunakan untuk membungkus data dan fungsi bersama menjadi suatu unit dalam sebuah program komputer; objek merupakan dasar dari modularitas dan struktur dalam sebuah program komputer berorientasi objek.

C. Abstraksi
Yaitu Kemampuan sebuah program untuk melewati aspek informasi yang diproses olehnya, yaitu kemampuan untuk memfokus pada inti. Setiap objek dalam sistem melayani sebagai model dari “pelaku” abstrak yang dapat melakukan kerja, laporan dan perubahan keadaannya, dan berkomunikasi dengan objek lainnya dalam sistem, tanpa mengungkapkan bagaimana kelebihan ini diterapkan. Proses, fungsi atau metode dapat juga dibuat abstrak, dan beberapa teknik digunakan untuk mengembangkan sebuah pengabstrakan.

D. Enkapsulasi
Memastikan pengguna sebuah objek tidak dapat mengganti keadaan dalam dari sebuah objek dengan cara yang tidak layak; hanya metode dalam objek tersebut yang diberi ijin untuk mengakses keadaannya. Setiap objek mengakses interface yang menyebutkan bagaimana objek lainnya dapat berinteraksi dengannya. Objek lainnya tidak akan mengetahui dan tergantung kepada representasi dalam objek tersebut.

E. Polimorfisme
Tidak bergantung kepada pemanggilan subrutin, bahasa orientasi objek dapat mengirim pesan; metode tertentu yang berhubungan dengan sebuah pengiriman pesan tergantung kepada objek tertentu di mana pesa tersebut dikirim. Contohnya, bila sebuah burung menerima pesan “gerak cepat”, dia akan menggerakan sayapnya dan terbang. Bila seekor singa menerima pesan yang sama, dia akan menggerakkan kakinya dan berlari. Keduanya menjawab sebuah pesan yang sama, namun yang sesuai dengan kemampuan hewan tersebut. Ini disebut polimorfisme karena sebuah variabel tungal dalam program dapat memegang berbagai jenis objek yang berbeda selagi program berjalan, dan teks program yang sama dapat memanggil beberapa metode yang berbeda di saat yang berbeda dalam pemanggilan yang sama. Hal ini berlawanan dengan bahasa fungsional yang mencapai polimorfisme melalui penggunaan fungsi kelas-pertama.

F. Inheritas
Mengatur polimorfisme dan enkapsulasi dengan mengijinkan objek didefinisikan dan diciptakan dengan jenis khusus dari objek yang sudah ada - objek-objek ini dapat membagi (dan memperluas) perilaku mereka tanpa haru mengimplementasi ulang perilaku tersebut (bahasa berbasis-objek tidak selalu memiliki inheritas.


KONSEP DASAR PROCEDURAL ORIENTED PROGRAM

A. Pengertian

Pemrograman prosedural kadang-kadang dapat digunakan sebagai sinonim untuk pemrograman imperatif (menetapkan langkah-langkah program yang harus diambil untuk mencapai keadaan yang diinginkan), tetapi juga dapat merujuk ke paradigma pemrograman, yaitu berasal dari pemrograman terstruktur berdasarkan konsep pemanggilan prosedur. Prosedur, juga dikenal sebagai rutinitas, subrutin , metode, atau fungsi yang hanya berisi serangkaian langkah komputasi yang akan dilaksanakan. Setiap prosedur yang diberikan bisa dipanggil pada setiap saat selama pelaksanaan program, termasuk oleh prosedur lain atau sendiri.

B. Prosedur dan Modularitas

Modularitas umumnya diinginkan, terutama dalam jumlah besar, program rumit. Input biasanya ditentukan sintaksis dalam bentuk argumen dan output disampaikan sebagai nilai kembali. Penjajakan merupakan teknik yang membantu menjaga prosedur sangat modular. Ini mencegah prosedur mengakses variabel prosedur lain (dan sebaliknya). Kekurang prosedur modular, sering digunakan dalam atau dengan cepat tertulis program kecil, cenderung berinteraksi dengan sejumlah besar variabel dalam pelaksanaan lingkungan, yang prosedur lain juga dapat memodifikasi. Karena kemampuan untuk menentukan antarmuka yang sederhana, untuk menjadi mandiri, dan digunakan kembali, prosedur adalah kendaraan yang nyaman untuk membuat potongan kode yang ditulis oleh orang yang berbeda atau kelompok yang berbeda, termasuk melalui perpustakaan pemrograman .

C. Konstruktor (elemen) Pemrograman Prosedural

Pemrograman dalam paradigma prosedural dilakukan dengan memberikan serangkaian perintah yang berurutan. Dalam bab ini akan dibahas hal-hal yang menjadi dasar dalam pemrograman prosedural, meliputi definisi algoritma dan konstruktor pemrograman prosedural, serta konsep Input, Proses, dan Output yang sangat lazim dalam dunia pemrograman prosedural. Elemen bahasa pemrograman prosedural yang penting adalah:

oProgram utama

oTipe

oKonstanta

oVariabel

oEkspresi, operator, dan operand

oStruktur Data

oInstruksi dasar

oProgram Moduler

oFile eksternal

oRekurens

Konstruktor ini tidak untuk dipelajari secara berurutan, namun semua perlu dipelajari dan dimengerti untuk dapat membuat program dengan baik.


Selasa, 18 Mei 2010

Jenis-Jenis Memori pada PC

MACAM - MACAM MEMORI

Memori adalah perangkat yang berfungsi mengolah data dan instruksi. Semaki besar memori yang disediakan, maka semakin banyak data maupun instruksi yang dapat diolah.

Beberapa jenis memori :

RAM
  • RAM adalah ruang untuk mengolah data dan instruksi yang ditulis atau di baca oleh prosesor, dan bersifat sementara. Slot memori pada motherboard 30pin (kaki).
• EDO-RAM (Extended Data Out)
  • EDO-RAM memiliki fungsi seperti RAM, akan tetapi jenis ini mempunyai kemampuan kerja sangat tinggi dan cepat dalam membaca dan mentransfer data. Bentuk EDO-RAM adalah SIMM (Single Inline Memory Module). Slot memori pada motherboard 72pin.
• SDRAM (Synchronous Dynamic RAM)
  • SDRAM adalah memori yang dapat mengases data atau informasi lebih cepat dari EDO-RAM. Bentuk SDRAM adalah DIMM (Dual Inline Memory Module). Slot memori pada motherboard 168pin.
• DDR SDRAM (Double Data Rate Synchronous DRRAM)
  • DDR SDRAM adalah tipe memori generasi penerus SDRAM, yang memiliki kemampuan dua kali lebih cepat dari SDRAM. Slot memori yang digunakanDDR SDRAM memiliki jumlah pin lebih banyak dari SDRAM, yaitu184pin.
• RDRAM (Rambus Dynamic RAM)
  • RDRAM adalah sebuah memori berkecepatan tinggi, digunaan untuk mendukung prosesor Pentium 4.tipe RDRAM menggunakan slot RIMM,yang mirip dengan slot SDRAM.
• SRAM (Static Random Access Memory)
  • SRAM adalah sejenis memori semikonduktor. SRAM didesain menggunakan transistor tanpa kapasitor. Tidak adanya kapasitor membuat tidak ada daya yang bocor sehingga SRAM tidak membutuhkan refresh periodik. SRAM juga didesain menggunakan desain cluster enam transistor untuk menyimpan setiap bit informasi.SRAM tidak boleh dibingungkan dengan memori baca-saja dan memori flash, karena ia merupakan memori volatil dan memegang data hanya bila listrik terus diberikan.
• DRAM (Dynamic Random Access Memory)
  • Random akses memori dinamis (DRAM) merupakan jenis random akses memori yang menyimpan setiap bit data yang terpisah dalam kapasitor dalam satu sirkuit terpadu. Karena kapasitornya selalu bocor, informasi yang tersimpan akhirnya hilang kecuali kapasitor itu disegarkan secara berkala. Karena kebutuhan dalam penyegaran, hal ini yang membuatnya sangat dinamis dibandingkan dengan memori (SRAM) statik memori dan lain-lain.